Eyang.

Pagi ini..

Beliau sedang duduk disana.

Meja makan, yang meja kerja, yang meja pertemuan. Meja segiempat beralas sulaman..

Tawar putih tanpa pinggiran. ditemani keju serta parutan. menyiapkan sarapan adalah sebuah hiburan..

Hemm. Eyangku, apa kabar hari ini?

.

Siang tadi..

Beliau sedang duduk disana.

Meja rias dengan segala pernik dan foto-foto lama. Foto beliau dan suami ketika muda. Berjejer botol parfum beraneka ukuran dan warna..

Dengan kerudung dan abaya yang selalu padan, kuamati beliau yang sedang berdandan..

ah. cantiknya. Eyang, apa acara hari ini?

.

Sore itu..

Beliau sedang duduk disana.

Kursi dari besi dan karat di depan rumahnya. tua, namun tidak setua dirinya..

sibuk menikmati senja dari teras diujung bukit. selalu setia ditemani segelas teh hangat dan biskuit..

sesekali memantau obrolan keluarga lewat telepon genggam, membubuhkan komentar lucu di foto terbaru sang cicit..

Duh Gusti, berilah Eyang selalu berbahagia, jauhkan dari segala sakit..

.

Malam telah tiba..

Beliau sedang duduk disana.

dibawah remang lampu baca. beliau duduk menundukkan muka. mendoakan kami semua anak cucunya..

semua. hapal diluar kepala. nama panjang lengkap dengan Bin dan Binti nya..

ujian akhir sekolah? penyusunan skripsi ? wawancara kerja? putus cinta? semuanya. semua urusan keluarga secara terperinci dipanjatkan ke Yang Maha Kuasa.

Segala puji bagiMu Tuhan Semesta Alam,

IMG_0100

Selamat Ulang Tahun, Eyang.

🙂

 

 

Iklan

Sekarang Semarang : another impulsive trip.

Dek, yuk sekarang ke Semarang. Kamu yang nyetir, berani ya! ~Ibu, Liburan Natal 2013


Hah?

saya yang baru pulang ngantor naruh tas kerja sambil melongo.

Sekarang? “Iya dek, itu udah Ibu packing kopernya.”

Nyetir? “Hehe. Kamu berani ya!” (kalimat berikut berakhiran tanda seru ya anak-anak, bukan tanda tanya. Jadi, ini adalah contoh kalimat perintah dengan susunan S-P-O…)

Widih.

Naga-naganya kemampuan nyetir saya yang pernah satu tempat les mengemudi sama Paul Walker bakal diuji ulang sama emak, Sang Gymkhana. Aduh. Tarik nafas bentar, kemudian seperti yang sudah-sudah, gak pake perhitungan weton dan perhitungan tanggal baik, saya langsung bilang : BERANGKAT BUK!

dan berangkatlah kita ke keras haribaan Pantura.

tertanggal 24 Desember 2013, menjelang tengah malam, Christmas Night kali ini dihabiskan di dalam mobil oleh ibuk saya, kakak saya, dan juara bertahan lomba mirip Megan Fox yang sedang anggun bertengger di balik kemudi. Kita bertiga termangu terjebak dibalik pantat truk trailer, somewhere in the middle of Tuban.

M a c e t p a r a h.

Parah. pake banget, pake supir yang pada turun ngeluarin ember, buka baju trus nari india nyuci kaca truk. segitu macetnya! Setelah dua jam berselang, barulah kita mulai pamer paha diranjang. Padat Merayap tanPa Harapan Di antrian panJang. hus.

Udah jenuh aku mendengar manisnya kata cinta lebih baik sendiri nyetir, mata udah berat, dan saya akhirnya menyerah. Kakak, yang seharian tadi habis capek muter-muter Surabaya nganterin sang kekasih, akhirnya uda dapet cukup istirahat dan cukup fit buat gantiin.

whoosaah. masih 200-an kilometer lagi, dan waktu udah menunjukkan pukul 1 malam, dan saya bertanggung jawab sebagai navigator-obat antingantuk-tempat curhat selama total 10 jam kakak nyetir. Bukannya sekali, sering ku mencoba tapi ku gagal lagi lobang dan gelombang di aspal Pantura mengagetkan kita dan memaksa mata ini lebih awas dari sebelumnya.

adzan subuh berkumandang tepat saat mulai memasuki Kabupaten Pati, kemudian berhentilah para Kafillah dalam perjalanan ke barat ini di Masjid Agung Pati. Masjid Baitunnur.

Camera 360

Camera 360

Sudah banyak jemaah yang datang. Bapak parkir juga sudah ganteng bertugas.

baru menginjakkan kaki melewati pagar masjid, saya langsung kena culture shock. yup. My normal dose of culture shock. Setiap ke Jawa Tengah, pasti ngeVetyVerain ini. *eh. ngalamin ding. Alam, Alam ya?. bukan kakaknya. Duh.

melihat saya datang, bapak penjaga masjid langsung berdiri dari bangku kayunya, mengucap salam dan tersenyum manis, semanis padanan sarung dan baju kokonya, lalu tanpa ditanya menunjukkan arah tempat wudhu wanita dengan ibu jari, tentunya dalam bentukan bahasa Jawa yang paling halus, Krama Inggil. Dan saya, peranakan Jawa-Madura yang tidak cakap dalam bercakap Jawa ataupun Madura, dan yang masih setengah ngantuk-suntuk gara-gara perjalanan panjang barusan, hanya bisa melongo sebentar.

Butuh sepersekian detik buat otak ini mencerna gestur ramah yang overwhelming ini, sebuah gestur yang jarang sekali saya dapat di Jawa Timur. Dan respon yang keluar hanya “Hah, Oh, emm nggih pak, iya terimakasih” ditambah sedikit senyum canggung dan anggukkan kepala. Oh iyaya beneran nih udah di Jawa tengah. Ujar saya dalam hati.

and now don’t get me started with the mosque. This mosque is gr!eat Arsitekturnya, kenyamanannya, kebersihannya, suasanannya, semuanya. Entah kenapa masjid ini membuat saya merasa arrivedRasa santai dan lega yang dirasa ketika sudah sampai tujuan, saya rasakan disini, padahal tujuan saya yang sebenarnya masih berjarak beberapa jam lagi. Ah. Segala Puji BagiNya.

Camera 360

Kempling. *tempat wudhunya!

Camera 360

Sayap kiri Masjid Baitunnur yang terhubung dengan tempat wudhu wanita.

Camera 360

Suasana dalam Masjid Baitunnur yang nyaman ber-penyejuk ruangan.

Camera 360

Sang Mutakif (orang yang ber-Itikkaf)

Sehabis sholat subuh berjamaah, berlanjutlah perjalanan kami ke barat  mencari kitab suci. Sekitar pukul 7 pagi kami tiba di Kota Semarang. Venice van JavaBeuh. Keren kan julukannya? kenapa dibilang mirip kota Venesia? Bukan, bukan karena rakyatnya mancung dan pinter main bola kaya rakyat Itali. Bukan, bukan karena tukang becaknya sekarang genjot Gondola. Bukan deh bukan, pokoknya bukan. duh emang istri saya sekarang sudah bukan berapa sih, Dok? *Nah. itu BUKAAN Dir. istri sapa mau lahiran?. 

Semarang itu Venisia nya Jawa karena..

132031706410_0000149 132031723910_0000149 OLYMPUS DIGITAL CAMERA

(foto dari sini dan sinu)

karena Rob. iya, bener banget. Rob Kardashian. *tidak! eh, Robert Pattinson. *tidak! tidak! bisa babi! bisa babi!

Rob adalah banjir yang diakibatkan oleh air laut yang pasang yang menggenangi daratan, merupakan permasalahan yang terjadi di daerah yang lebih rendah dari muka air laut. (wikipedia).

Semarang kaline banjir, jok sumelang rak dipikir.. inget lagu yang sering dinyanyiin Tia AFI dulu?

Nah, tapi selama belasan lebaran saya mudik ke semarang, belum pernah tuh terganggu dengan Rob ini, mungkin karena jaman saya sudah dibangun reservoir atau penampungan air besar di depan stasiun. (emm ukuran kolam penampungan air nya besar.red).

Beside that, Semarang is an AWESOME city. Campuran yang pas antar kota metropolitan dan kota budaya. Dan yang paling saya suka adalah : SEMARANG PEOPLE LOVE TO EAT. yes. they do. kuliner disini banyak banget. tidak pandang tempat, di trotoar pinggir jalan, di rooftop hotel, di cafe di atas bukit, di mana aja, asalkan masakannya enak. pasti banyak banget yang dateng. Tips saya :

if you are looking for a place to eat in Semarang, drive downtown, look for the crowdest restaurant/cafe/warung. particularly, look where Tionghoa people are eating. I can bet that place sells good food.

yang saya suka :
mtf_KGxwZ_166??????????

NASI LIWET a.k.a NASI AYAM
sederhana, tapi enaknya bikin saya kangen ke Semarang lagi.
tempatnya di depan sekolah swasta, bukanya kalo pagi.

??????????

KUE MOCHI. ini versi originalnya. dijual dalam kotak bambu (besek) dan kata ibuk, rasanya gak pernah berubah dari ibu kecil. belinya di dekat stasiun.
g

grill and grill (?). cafe yang ada di dekat rumah sakit terkenal di Semarang ini enak buat nongkrong, suasanya cozy, desain interiornya unik banget, makanannya pun okee. lumayan lah buat yang kepingin bergaul di Semarang.

??????????

TAHU PETIS ini legendaris banget. nget. nget. warungnya buka setelah maghrib, dan kalau datang kemaleman dikit pasti nih tahu udah ludes kejual. tahunya garing crispy, dan yang seru kita bisa isi fillingnya sendiri dengan petis. Petis dengan taburan dan aroma bawang putih yang luar biasa. oh ya, jangan lupa mam nya pake cabe hijau nya ya. tempatnya di tengah kota.
??????????

NAGA. atau NASI GANDUL. jangan lewatin menu ini kalo ke Semarang. sebenarnya Naga ini asli dari Pati, tapi banyak juga yang jual di Semarang. Kuah kaldu yang ringan ditambah empal daging, telur bacem dan teman-temannya, enak banget!??????????TAHU GIMBAL. ini jajan siang favorit saya, apalagi kalo ditemenin sama dawet duren. lokasinya di dekat simpang lima, kalau gak salah Segitiga Emas nama “foodcourt” nya. Jadi Tahu Gimbal ini hampir sama seperti Tahu Tek di Sidoarjo, bedanya disini petisnya tidak terlalu kuat, dan ada GIMBAL nya. (bukan, bukan rontokkan rambut mbah Surip). Ada udang di balik Gimbal. itu. enak. pemirsa.

Sekian. sekelumit kuliner semarang favorit saya, yang di-review secara singkat, padat, dan kurang akurat. *Maaf ya, nih saya tambahin biar tambah Accurate.

My Kind of Sundays.

Hari minggu. Hari yang paling pendek dalam seminggu.

Ya gak sih?

Cepet banget lewatnya. Kayak gebetan yang baru diprospek eh tiba tiba kirim undangan.

Well. Tapi hari-hari minggu saya di tahun 2014 ini lebih kayak celana yang sering saya lihat dipakai sama perempuan-perempuan di mall jaman sekarang. Pendek dan rawan masuk angin sih, tapi nyenengin.

Post ini ditulis sehabis ritual gosok-menggosok Minyak Ban Leng andalan ke paha kiri atas selesei. Paha kiri saya yang naas menahan berat badan waktu kepeleset di deket air terjun Cuban Baung kapan hari.

Sambil kusuk-kusuk barusan, saya tersadar. Rasanya sebulan kebelakang hari minggu saya selalu epic. Selalu.

Dan beneran. Setelah check folder foto Path dan camera 360. Iya. Setiap minggu. Tanpa jeda pariwara.

Ada aja dokumentasi saya lagi di sungai, gunung, sawah, lautan… Simpanan kejayaan. Kini ibu sedang lara. Merintih dan berdoa…. *ini lagu apa yak.

Nah. Post ini adalah tribute to my epic sundays. My kind of Sundays.

PS : sebenernya saya mau bikin post satu-satu tiap jalan-jalan yang saya jalan-jalani. Mau sih, tapi malu. Malu soalnya saya masih banyak alasan..eh urusan..eh kerjaan..eh. Yah. Pokoknya niat itu setengah dari amalan kan? Nah. Saya uda niat untuk memperpanjang caption-caption di foto-foto berikut menjadi postingan-postingan yang epic. Se-epic weekends saya. Semoga niat ini cepet terkabul a.k.a ter-tessy.

Amin.

Yah diitung aja deh ini semacam trailer posts saya kedepannya. Oke kan?. *mulai pijitin bapak supir trailer-nya.

Siaaaap?

Oke kita mulai dari Grup Dut!

P.P.S : note to self : posting bukan kehamilan Nadhira, gak perlu kamu tunda-tunda!

mtf_KGxwZ_166[1]

25 – 27 Des 2013. Long weekend.
Tempat : Semarang.
Perihal : mengunjungi nenek, kuliner di semarang, reuni teman lama, jalan-jalanin mama.
Pulangnya lewat pantura sempat mampir ke RA Kartini Jepara dan Goa Akbar Tuban

4 Jan 2013 Tempat : Restoran Apung Perihal : lunch bareng anak kantor. Biasa? Kagak. Namanya nih Apung ya? Padahal tuh resto mancep tanah. Ga ada kolam, ga ada apa-apa. Trus kita tanya yang terapung apa mas? Ke waiternya. Dia senyum. Kemudian petir menyambar. Awan hitam datang. Suasana mencekam. Hujan deras mengguyur. Kemudian? Kita terapung. *jeng jeng jeng.

4 Jan 2013
Tempat : Restoran Apung
Perihal : lunch bareng anak kantor. Biasa? Kagak. Namanya nih Apung ya? Padahal tuh resto mancep tanah. Ga ada kolam, ga ada apa-apa. Trus kita tanya yang terapung apa mas? Ke waiternya. Dia senyum. Kemudian petir menyambar. Awan hitam datang. Suasana mencekam. Hujan deras mengguyur. Kemudian? Kita terapung. *jeng jeng jeng.

mtf_KGxwZ_207

12 Januari 2014

Tempat : SIDOARJO (Alun-alun, Pemancingan Minapolitan, Bebek Kerto, Pazkul, NAV)

Perihal : Main. (aja)

Berhubung saya dianugerahi teman-teman yang agak wajar, ya begini main saya sama mereka. Kalo orang lain, sekali keluar main itu ke cafe aja, mancing aja, hunting foto aja, karaoke aja, makan-makan aja, jalan-jalan aja, main ding-dong aja, atau jaja miharja. Tapi saya dan 3 kawan karib ngelakuin SEMUANYA. Puas? Lemas.

mtf_KGxwZ_180

14 Januari 2014
Tempat: Kediaman.
Perihal : Arisan keluarga besar bahagia.
Besar. Sebesar 68 kepala. Anak-turun dari satu pasang suami-istri. Moh. Rifai (Alm.) dan Siti Honaina (Alm.). Didampingi OM (paman ya, paman. bukan Orkes melayu.red) saya menyumbangkan sebuah lagu dengan sumbang. Bintang Kehidupan oleh Nike Ardila. Sontak, semua gembira.

Camera 360

19 Januari 2014
Tempat : Sungai di Sidoarjo. Tepatnya desa Ketingan, Sidoarjo.
Perihal : NYADRAN LAUT. bisa dibaca di sini 
Berawal dari penasaran, berakhir dengan kepanasan. di sungai. bareng para nelayan. Epic loh. 15 tahun tinggal di Sidoarjo, saya belum pernah tahu ada acara tahunan ini, bahkan belum pernah nyadar kalo banyak nelayan di Sidoarjo, bahkan belum pernah ngeh kalo rumah saya itu hanya sejam dari laut lepas. *duh. maaf. *malu.

25 Januari 2014
Tempat : Kediaman Yenyen. Porong, Sidoarjo.
Perihal : Yenyen & Una’s Engagement Party.
Masih inget kawan-kawan saya yang agak wajar tadi? Nah, ini foto sebagian dari mereka, dalam versi tidak gembel, sedang mendatangi momen bahagia seorang kawan. Setelah 7 tahun berpacaran, mulai momen ini kedepannya Yenyen dan Una akan berpacaran dengan pakai cincin kembaran (bertunangan.red). Semoga cepat menikah ya. Amin. 🙂

Camera 360

31 Januari 2014
Tempat : Pamorbaya. Pantai Timur Surabaya.
Perihal : Jalan-jalan bareng mama, kakak, pacar kakak, dan makyuk the super housemaid.
Dan. Pacar kakak ternyata juga baru sadar kalo laut hanya berjarak setengah jam dari rumahnya di kawasan Rungkut. Haha. Dari jalan-jalan ini, fix saya menambahkan 1 lagi di List Harapan. Catch Sunrise on the East-est Shore of Surabaya. Isn’t it sounds great, to pack breakfast, leave home before subuh, book a boat, and enjoy the rising sun with a cup of hot coffee in hand, off shore. Memang masih banyak sampah plastik berseliweran disana-sini, dan jembatan bambu yang biasa dipakai berfoto sudah rusak dimakan usia, tapi look at the brightside, wildlife disini masih lumayan bagus, burung-burung liar yang bergerombol mencari makan, bahkan pak nahkoda kapal (ceileh) bilang kalau beruntung kita bisa lihat segerombolan monyet-monyet liar. wow. bisa-lah dicatat untuk jadi spot foto paska-wedding saya besok. oya! dan mengendarai (?) kapal itu menyenangkan! I mean, take the steering wheel (?) and drive (?) the boat is so much fun! apalagi lumayan banyak belokan di sungai yang dilewati sebelum akhirnya sampai ke laut.
oya! CP nya bisa hubungi Pak Grama 081553750700

mtf_KGxwZ_247

2 Januari 2014
Tempat : Gunung Bromo, Alun-alun kota Batu
Perihal : Pengalaman pertama membuat Open Trip
ada senangnya, ada serunya, banyak deg-deg-annya. haha. nanti deh saya ceritakan lebih lengkap tentang perjalanan saya ini. tapi the highlight is, just yesterday I enjoyed the sea breeze, the hot and bright sun off shore, dan besoknya saya sudah berada 2770 meter diatas permukaan laut! haha. kalo Weather-lag itu ada, weekend ini saya pasti sudah Weather-lag.

Camera 360

9 Januari 2014
Tempat : Tambang Pasir di Gempol, Air Terjun Cuban Baung di Pasuruan.
Perihal : Jogging Minggu Pagi. (aja.)
wajarnya minggu pagi jogging dimana sih emang? GOR, Alun-alun, atau jalanan-bebas-mobil di tengah kota. Hemm. Saya dan 5 kawan saya yang agak wajar menghabiskan minggu pagi lari-larian di tambang pasir. sounds lame? nope, if you see that this hidden place is overlooking Gunung Penanggungan, dan karena siang itu cerah banget, kita bisa lihat Gunung Gajahmungkur, dan Kompleks Gunung Arjuno di belakangnya. Kenapa saya bilang “hidden place“? karena, tempat ini dekat aja, duh kalau lancar setengah jam kali dari kamar tidur saya, dan saya baru tau ada spot se-awesome ini!. Lebih awesome-nya lagi saya juga baru tau ada “hidden waterfall” di belakang kebun raya purwodadi bernama Air Terjun Cuban Baung. Duh. Duh. dan menurut saya air terjun yang gak jauh-jauh banget dari rumah ini lebih keren dari Air Terjun Dolo di Kediri, Cuban Pelangi, Cuban Rondo, dan beberapa cuban lain yang pernah saya datangi di masa perkuliahan saya dulu. Lebih keren gimana? Ah besok yaa saya ceritakan.

<

p style=”text-align:center;”>16 Januari 2014
Tempat : Mercure Grand Mirama Hotel Surabaya
Perihal : untuk pertama kalinya saya menangkap buket bunga yang dilemparkan oleh pengantin. iya, gestur ritual di pernikahan-pernikahan yang sering kita lihat di tipi itu. “we are calling all the singles in the room to come forward”, said the MC. serta merta refleks simpatik dan motorik saya membawa badan ini maju ke depan panggung. depan sendiri, ditemani senyum di gigi, dan perasaan awkward di dalam hati. haha. 3, 2, 1, lempar! dan kemudian refleks simpatik dan motorik saya pula yang serta merta menyamber buket mawar pink yang nyaris ditangkap saingan saya cece bridesmaid di samping saya. Hap. dan hening sebentar. (mungkin karena the bride lebih kepingin sahabat karibnya mendapat buket bunga itu). dan saya hanya bisa nyengir manja.
respon ibuk : “waduh, berarti habis ini ibuk harus cepet siap-siap.”
hahaha. sebenernya sih bukan superstition itu yang bikin saya senang, tapi angpau setengah juta yang ternyata menyertainya buket ini. Hahaha. Terimakasih cece dan koko. semoga langgeng dan samara!