Yogyakarta 1D1N? BISA!

Pulang ke kotamu..
Ada setangkup haru dalam rindu..
Masih seperti dulu..
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna..
Terhanyut aku akan nostalgi..

Belum selesai pengamen reguler Stasiun Gubeng itu mendendangkan Yogyakarta-nya Kla Project, petugas PPKA sudah menghimbau saya dan penumpang Sancaka Sore lain untuk bersiap-siap disekitar Jalur 6.

Sabtu itu, ditemani daypack enteng dan tas selempang kecil, saya berangkat ke Yogya untuk pulang keesokan harinya. Iya, cuma sehari disitu, disitu itu, kota yang katanya terbuat oleh rindu, yang suasananya, nuansanya, dan orang-orangnya selalu bikin kangen buat kembali.

Emang cukup cuma sehari, Dhir? Lagian kenapa kok bentar amat?

Hemm sebenernya, semua ini karena kata Ayah dia tidak bekerja, sehingga ku tak boleh berpacaran dengannya  Mati Akuu, Ayahku Tau .. *eh, bentar *ngecilin Suara Giri FM. Hemm. Jadi, sebenernya rencana awal adalah, berangkat jumat sore, dan pulang minggu malam, kemudian senin pagi sampai di Sidoarjo langsung mandi dan kerja. 2D2N (dua hari dua malam), pasti cukup buat muterin Yogya. Tapi sayang, sirkumsisi memaksa saya memotong dan memendekkan lama perjalanan jadi tinggal 1D1N (sehari semalam). Dhir, “sirkumstansi” gak sih harusnya? *ssssttt *sambil naruh jari telunjuk di bibir kamuh.

Yah. Jadi pendek deh (jalan-jalannya). Tapi, jangan sedih. Saya….. Nadhira Subiyanto, Ketua Asosiasi Pejalan Nyasar Seluruh Indonesia, akan membagikan tips bagi barangsiapa yang ingin menghabiskan akhir pekan di Yogyakarta. Karena, bagi Saya… Nadhira Subiyanto. Hidup adalah Perebahan. *teeeet. pre-memory. Langsung ke intinya aja, kakaaaak…

  • Kalo suka yang kalem-kalem aja?coba deh PDKT sama Teh Ninih. Eh. Tenang, atuh Aa’ Gym. Jalan-jalan di pusat kota Yogyakarta itu sama sekali gak ngebosenin, kok! Seandainya Aa’ 1D1N aja di Yogya, ini yang bisa Aa’ pilih :
    • Sabtu sore : HUNTING BAKPIA. kenapa hunting? karena lupa pake pengaman. Huss. Bukan. “Hunting” disini karena bakpia yang dicari itu bukan sembarang bakpia. Bakpia yang satu ini sering sukses membuat banyak pengunjung patah hati karena stock yang ga ready sis. BAKPIA KURNIA SARI. iya. belum pernah denger? seringnya kita dioleh-olehin bakpia yang ada nomornya kan, 145, 175, 75, 25, 35, 38, 55, 67, 99. Entah darimana asal nomor-nomor itu, mungkin itu misteri Da Pia Code. Tapi Bakpia kurnia sari ini beda for a reason. Soal rasa berani diadu, bongkar kebiasaan lama! Diameter bakpia nya lebih besar, kulitnya begitu tipis, begitu lembut, begitu kuat. Rasa kejunya itu lho, gurih banget. Enak deh! Enak sampai butuh order minimal 3 hari sebelumnya kalau mau nyicipin kenikmatannya. Ngerik. Mungkin nih ya, mungkin sang pemilik bakpia kurnia sari ingin menjaga keberlangsungan dari pengusaha-pengusaha bakpia lain atau gimana, yang saya tau, sebanyak apapun permintaan, pabrik bakpia beliau tidak akan memproduksi bakpia lebih dari kuota yang ditentukan. Jadi mau gak mau, hanya ada dua cara, menurut Saya…..Nadhira Subiyanto, Ketua Asosiasi Pejajan Pasar Seluruh Indonesia, untuk mencoba Bakpia Kurnia Sari :
        1. Pesan terlebih dahulu. 2-3 hari sebelum keberangkatan, gak ada salahnya telepon ke nomor-nomor dibawah, untuk sistem pembayarannya bagaimana, saya kurang tahu, untuk harganya sekitar 25ribuan. Coba di tanyakan sendiri.— Ruko Permai Pogung Lor No 6. Jln Ringroad Utara Jogjakarta (sebelah ahmad dhani school rock of music). Telp (0274) 625279. — Jln Glagah Sari 91C Jogjakarta. Telp. (0274) 380502 — Jln Glagah Sari 112 Jogjakarta Telp (0274) 375030 (seberangan sama cabang yang satunya. dan iya, kalau disana habis, disini juga.)
        2. Datanglah ke cabang-cabang tersebut pada Jam 07.00 pagi, atau 15.00 sore karena itu adalah waktu-waktu yang mustajabah untuk membeli bakpia. Pada jam tersebut pengantaran bakpia dari pabrik ke counter dilakukan. Kalo akhir pekan, 1-2 jam setelah itu? stock bakal habis, sis.

    Don’t judge Bakpia by its Box.

     

    • Sabtu malam : Nikmati Bersama Suasana Yogya. Santai-santai keliling kota, just soak up the ambeien , dude! Eh. Duh. Typo yang gawat. I mean, ambience yah, suasana. yaelah Dhir, siapa juga yang mau ngisep wasir. Oke *telan Ambeven. Berikut adalah list pilihan enaknya kemana aja Sabtu malam di Yogyakarta :
    1. TUGU JOGJA. Nah. Rasanya gak afdol kalau belum kemari. Monumen setinggi 15 meter yang berdiri tegak di tengah perempatan Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Jendral Soedirman, Jalan A.M Sangaji dan Jalan Diponegoro ini sudah berusia hampir 3 abad, lho! Dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I, tugu ini selain sebagai simbol persatuan Raja, rakyatnya, dan Yang Maha Kuasa, juga diperuntukkan sebagai patokan arah ketika para raja ingin bersemedi menghadap gunung merapi. Did you know? bila ditarik suatu garis imajiner, Gunung Merapi di Utara, Tugu Jogja di tengah, dan Pantai Selatan membentuk garis lurus. Keren ya? Iya.

      Sudah Tegak Berdiri 3 Abad yang lalu.

    2. MALIOBORO. Iyaa laah. Masih seperti dulu, tiap sudut menyapamu bersahabat. Toko oleh-oleh, tempat nongkrong, semuanya ada di jalan ini. Yang lebih menarik, dan membuat suasana Jalan Malioboro ini lebih hidup, apalagi kalo bukan ‘para musisi jalanan’-nya. Ada yang bermain akustik, ada yang membawa gamelan, ada yang main perkusi kaya Safari Duo, ada yang membawa stereo lengkap dengan penari transeksualnya. Eh, tapi, trust me, they’re really entertaining! Nggak seperti pengamen yang biasa saya lihat di Sidoarjo, pengamen-pengamen disini had some serious skills. Penari banci yang saya ceritakan tadi? seru banget tariannya! Must see!
      Malioboro street

      Suasana di Kota Santri MALIOBORO

       

    • Sabtu malam banget : THE HOUSE OF RAMINTEN. Wajib. Kesini. Why? Tempatnya nyaman, makanannya enak, pelayanannya cepat, dan harganya murah! “Raminten” adalah nama tokoh di seri sitcom Pengkolan yang diperankan oleh Hamzah HS, sang owner. Mengusung tema “unique, antique, elegant”, menurut saya dapet feel yogya-nya! Karena banyaknya pengunjung yang datang ke restoran 24 jam ini, di bagian depan restoran disediakan tempat duduk berderet untuk menunggu meja kosong. Dan. Antriannya panjaang. Gilaa. Saya belum pernah nungguin meja hampir setengah jam untuk makan Sego Kucing seharga seribu rupiah. Tapi, worth it banget! Saya pasti akan kembali kesini lagi untuk coba Ayam Koteka dan Es Perawan Tancep yang sudah ludes habis waktu itu!
      raminten-2

      Foto Raminten dan Yati Pesek di Ruang Tunggu.

      Akhirnya dapat tempat duduk. Zaisu chair ala Jepang nya nyaman banget.

      Akhirnya dapat tempat duduk. Zaisu chair ala Jepang nya nyaman banget.

      Della nya Laper :(

      Della Travellmate saya uda Laper 😦 di depannya udah ada Nasi Gudeg Komplit, Sego Kucing Single Pakte (Pake Telur=2ribu), Sate Usus, Mendoan, Wedang Serai dan Jus Purworukmi

       

    • Minggu Pagi: Jalan-jalan ke Sunmor UGM. Cuci mata! juga cuci tangan sampai siku dengan air mengalir, kemudian jangan lupa membasuh muka, kepala, telinga, dan kaki. Nah. Setelah suci dari hadas kecil, marilah berjalan-jalan santai ke pasar dadakan disekitar lembah Universitas Gajah Mada ini, yaitu di Jalan Notonegoro yang memisahkan antara kampus UGM dengan wilayah Kampus UNY. Jogging tipis-tipis disambi nyemil dan belanja. Mulai dari pernak-pernik aksesoris, kuliner khas jogja, sampai penjual binatang peliharaan semua ada disini.

      Sunday Morning

       

    • Minggu Siang: Jalan-jalan Seru di Taman Sari. Dari Malioboro, situs bekas taman istana Keraton Yogyakarta ini bisa dicapai dengan becak. Mungkin perlu beberapa kali take adegan tawar-menawar yang agak alot. Yah, emang gitu, para tukang becak sekarang suka jual mahal. Yaiyalah, masa’ dideketin dikit, kitanya langsung iya-iya aja? nanti malah kita dikira murahan lagi, dia dong yang usaha deketin kita dulu, kalo emang dia serius, pasti nggak bakal cari yang lain kok. Kan kalo jodoh nggak kemana? EH. Ini kenapa si bapak malah curcol? *bentar, mau puk-puk Pak Becaknya. Nah, balik lagi ke Taman Sari. Saya…….. Nadhira Subiyanto, Ketua Asosiasi Penikmat Cagar Budaya Seluruh Indonesia, akan membagikan tips untuk menikmati Taman Sari :
      1. Datanglah waktu Taman Sari udah buka (antara jam 09.00 – 15.30 WIB). Iyalah say, nanti kamuh dikira abdi dalem..
      2. Kenakan busana yang sopan dan tertutup. Nanti kamuh masuk angin, sayang. Kesehatanmu, loh..
      3. Bawa minuman dingin, pake topi dan sublock. Jangan ampe lupa yah, beib. Akuh takut kamuh kepanasan disana..
      4. Pake GUIDE. Rp 30.000 per orang, mungkin bisa lebih murah kalo mau ditawar dulu. Ini penting. Supaya kita disana nggak muter-muter foto-foto aja, tapi juga bisa bener-bener mengerti dan menghargai situs sejarah ini. Lagian akuh nggak mau kamuh kesasar disana, cinta. Pake guide yah..
      5. Jangan lupa baca postingan berikutnya, “Fakta Unik Taman Sari” yang sekarang masih tahap penggodokan.

        Seperti kata pepatah. Tak Kenal, Maka Ta’aruf. Yuk ta’aruf sama budaya sendiri

    • Minggu Sore : Wisata Kuliner di SENTRA GUDEG. Yogya dikenal juga sebagai “The Big Jackfruit” menyaingi “The Big Apple” New York. Kenapa disebut begitu? Karena kata orang, dia tidak bekerja, sehingga ku tak boleh, berpacaran dengannya! Mati Aku.. Ayahku Tau… *huuus. kok lagu ini lagi sih?? Yah. pokoknya, yogya disebut nangka besar karena kuliner khas yang satu ini. Dibuat dari nangka muda, nangkanya para remaja, yang dibersihkan getahnya sedemikian rupa, kemudian dimasak dalam santan dan rempah-rempah dalam waktu yang lama. Did you know? ada banyak jenis Gudeg. Kalau menurut saya, secara garis besar sih dibagi jadi Gudeg Basah dan Gudeg Kering. Saya lebih menyukai Gudeg Basah, iya, yang ada santan nyemek-nyemek diatasnya. Menurut saya Gudeg Basah tidak terlalu manis dan lebih gurih, cocok untuk lidah Jawa Timur saya, tapi sayang, gudeg jenis ini tidak bertahan lama bila dibawa sebagai oleh-oleh. Biasanya, untuk buah tangan, Jenis Gudeg Kering lebih sering dipilih, karena sudah dimasak dalam waktu yang lebih lama sehingga bisa awet hingga 24 jam, lebih lama lagi kalau masuk lemari es.

      Gudeg Basah. Favorit saya. Entah kenapa, lebih susah dicari di Jogja adanya di Jalan Kaliurang kawasan Barek, Gudeg Batas Kota (Jl. Adisucipto depan Saphir Square) atau mbok-mbok penjual gudeg di pasar-pasar tradisional.

      Gudeg Kering. Lebih Manis. Yang enak di Gudeg Yu Djum (Jl. Wijilan 31) atau Gudeg Bu Slamet (Jl. Wijilan 17)

       

  • Minggu Malem : Masangin di Alun-alun Kidul. Masangin? Minum Tolak Angin Dhir. BUKAN. Masangin adalah singkatan dari MASUK DUA BERINGIN. Jadi, di Keraton Yogyakarta terdapat dua alun-alun, di utara dan di selatan. Alun-alun Kidul (Selatan) ini istimewa, letaknya dibelakang Keraton, tapi dibuat semirip mungkin dengan Alun-Alun Lor (Utara) di bagian depan Keraton. Kenapa? karena kata orang, dia tidak bekerja, sehingga ku tak boleh… *BRAKK. *banting radio. Whoosah. sampai mana tadi? Oh. Dibuat mirip dengan bagian depan Keraton karena sungkan, tidak ingin membelakangi Pantai Selatan yang dijaga oleh Nyi Roro Kidul. Apa hubungan Nyi Roro Kidul dengan Keraton Ngayogyakarta? Nantikan di postingan berikutnya!. OYA. kembali ke MASANGIN, caranya berjalan dengan mata tertutup dimulai sekitar 20 meter didepan kedua pohon beringin dengan tujuan melewati tengah-tengahnya. Kedengaran gampang? Coba sendiri! Konon ada rajah di antara kedua beringin tersebut untuk menolak bala yang akan mendatangi Keraton Yogyakarta. Sehingga, katanya, hanya orang yang bersih hati dan tak berniat buruk yang bisa lolos. Untuk mencoba permainan ini, kita bisa menyewa penutup mata seharga Rp 5.000. Selain itu, suasana Alun-alun ini begitu meriah di malam hari, saya sendiri suka sekali melihat kerlip-kerlip mainan kitiran yang menyala berputar-putar jika dilemparkan keatas. Buat bakar kalori dari kekenyangan makan gudeg, bisa coba naik becak-becak hias memutari Alun-alun Kidul. Muat digenjot 6 orang, becak ini bisa disewa Rp 25.000- 50.000 untuk 2-4 kali putaran. Jangan takut bosen, di becaknya sudah ada built-in speaker dengan jack standar 3.5 mm yang bisa langsung di-cep-kan ke HP untuk mendengar lagu favorit. Sarannya? Yogyakarta-KLA project dong!

    Recommended Activity di Alun-alun Kidul : Masangin Anastasia.

    Cara Seru Nikmatin Alun-alun Kidul : Gowes sambil Nyanyi Rame-Rame

     


Waduh. udah 1780 words. Post ini panjang banget! Ini aja baru share tentang jalan-jalan di pusat kota Jogja buat yang suka jalan-jalan kalem. Padahal masih ada itinerary liburan di Jogja 1D1N buat yang lebih suka jalan-jalan nggak mainstream. Tapi itu di post berikutnya aja ya?

Terimakasih sudah membaca..

PS : Maaf kemarin nggak banyak ambil foto. Semua foto diatas, kecuali yang di RAMINTEN, adalah pinjaman dari blog-blog lain, monggo silahkan klik di fotonya untuk tersambung ke blog ybs.

Matur nuwun 🙂

 

 

Iklan

9 thoughts on “Yogyakarta 1D1N? BISA!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s